Abadi Samad (45) pasrah saat dihukum dengan pidana mati karena terbukti mengantarkan narkotika jenis sabu seberat 26,4 kg dari Aceh menuju Jakarta. Pun begitu, warga Dusun Tgk di Mane Desa Tufah Kecamatan Jeunib Kabupaten Bireun Aceh menyatakan terima mendapat hukuman maksimal tersebut.

“Setelah majelis hakim membacakan putusan pidana mati, saya tanya gimana tanggapan terdakwa (Abadi Samad). Saya bilang kalau hukumannya sama dengan tuntutan (pidana mati). Terdakwa bilang terima. Mungkin dia pasrah dengan hukuman tersebut,” ujar jaksa penuntut umum (JPU) Anita, Rabu (2/12/2020) sore.

JPU dari Kejatisu tersebut mengakui bahwa perkara dengan tuntutan dan vonis pidana mati ini baru pertama kali disidangkannya.

“Iya bang, ini baru pertama kali buat saya selama beberapa tahun saya bersidang,” ucap Anita.

Sebelumnya, majelis hakim yang diketuai oleh Syafril Pardamean Batubara menghukum terdakwa Abadi Samad dengan pidana mati. Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Abadi Samad dengan pidana mati,” tegas hakim dalam sidang via teleconference di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/11/2020 lalu.

Majelis hakim berpendapat, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika dan merusak para generasi muda. Sedangkan hal meringankan tidak ada.

Untuk perkara ini, terdakwa Marzuki Ahmad alias Tengku juga dihukum dengan pidana mati. Bedanya, Marzuki mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Dalam dakwaan JPU Anita, pada Sabtu, 15 Februari 2020, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut mendapat informasi dari masyarakat bahwa adanya satu mobil truk Mitsubishi Canter warna kuning BM 8108 SD berasal dari Aceh.

Mobil yang membawa sabu tersebut akan melintasi Sumut dengan tujuan Jakarta.

“Atas informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Sekira pukul 23.30 WIB, petugas mobil yang dimaksud melintas di Jalan Medan-Banda Aceh simpang Megawati Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai menuju Medan,” ujar JPU.

Melihat itu, petugas menghentikan mobil tersebut dan mengamankan terdakwa yang berada di bangku penumpang. Selain itu, petugas juga menangkap Basyaruddin selaku supir dan menyita mobil truk tersebut.

Pada Minggu, 16 Februari 2020 sekira pukul 01.30 WIB, saat melakukan pemeriksaan terhadap truk dengan menggunakan anjing pelacak, petugas menemukan 28 bungkus plastik berisi sabu seberat 26.457 gram yang disimpan di dalam tangki minyak mobil dan tempat kunci.

“Ketika diinterogasi, terdakwa mengaku akan antar sabu itu ke Jakarta atas suruhan Marzuki Ahmad alias Tengku dengan upah sebesar Rp 200.000.000. Sementara Basyaruddin hanya mengemudikan mobil truk tersebut atas permintaan terdakwa dan tidak mengetahui ada sabu,” pungkas Anita.

Sumber: Pandeindonesia.com

https://www.pandeindonesia.com/berita/kurir-26-kg-sabu-divonis-mati-hakim-pn-medan

No comments