TAMPIN Sitohang mengajak masyarakat untuk tidak termakan janji dan berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati yang akan terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah agar lebih memperhatikan Desa Sei Penggantungan.

Pemilihan Kepala Daerah yaitu Bupati dan Wakil Bupati adalah merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat di Kabupaten untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Tahapan penyelengaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pun tengah berlangsung. Tensi politik memanas, Suhu politik mulai mendidih dan tentu sangat terasa di daerah-daerah yang akan menggelar pesta pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut.

Tahun ini kita juga pasti akan mendengar berbagai janji, bahkan beribu-ribu janji politik ditawarkan dalam bentuk kampanye terbuka ataupun kampanye tertutup. Janji-janji politik itu mungkin sudah mulai terdengar. Ada yang masih sayup-sayup, atau mungkin ada sudah terdengar keras dan kencang walaupun masih terselubung.

Kita juga akan mendengar pemaparan visi dan misi dan program kerja masing-masing calon. Halaman-halaman surat kabar, media online, baliho pasti penuh dengan gambar, foto dan profil para kandidat.

Suatu hal yang pasti bahwa semua peserta kompetitor Pilkada akan menawarkan program-progam muluk untuk menarik simpati. Semua pasangan calon atau paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah, tim sukses dan segala pendukungnya pasti berbicara soal kesejahteraan dan kemakmuran.

Tampin Sitohang selaku putra daerah Labuhan Batu mengajak masyarakat untuk lebih siap menghadapi tahun politik yang penuh hingar-bingar ini tentunya selaku pemilih kita diharapkan untuk bijak memilih. Hak otoritas menentukan pemimpin itu ada di tangan kita. Itulah nafas dan nadi pokok demokrasi yang kita anut.

Kedaulatan politik itu ada ditangan kita. Oleh karena itu, kendatipun kita diperhadapkan dengan berbagai propganda dan janji-janji politik, selaku pemilih kita diharapkan cerdas dan bijaksana dalam menentukan pilihan.

Mampu menggunakan akal pikiran dalam menentukan sikap terhadap setiap keadaan atau peristiwa sehingga apa yang kita putuskan itu memancarlah keadilan, membawa kedamaian batin dan kebahagian serta sejahteraan bagi orang lain. Oleh karena itu,bijaksana dan cerdas dalam memilih merupakan sebuah kemampuan dan kecermatan kita dalam menentukan pilihan yang tepat terhadap calon kepala daerah yang kelak akan memimpin kita dan membangun daerah atau bangsa kita yang tercinta.

Orang yang bijak adalah orang yang berani menolak dan mengatakan tidak terhadap setiap tindakan yang mengadaikan hak pilihnya sebagai hak otoritas dan hak kedaulatannya kepada kesenangan yang bersifat sementara seperti uang, materi dan janji-janji yang belum tentu mendapatkan kepastian.

Cerdas dalam memilih di Tahun Politik berarti kita bijak dalam memilih dan menentukan pemimpin yang akan memimpin dan membawa kita kearah yang lebih baik. Pemimpin yang benar-benar mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang dipimpinnya itulah makna pokok dilaksanakannya pemilukada yang digelar selama lima tahunan sehingga masyarakat selaku pemegang hak kedaulatan dapat menentukan pemimpinnya sendiri.

Saya berharap siapapun Bupati dan wakil Bupati terpilih nanti agar lebih memberi perhatiannya terhadap Desa Sei Penggantungan Kecamatan panai hilir, yang saat ini masih jauh dari perhatian pemerintah daerah, terutama saat melihat postingan-postingan masyarakat desa Sei Penggantungan ketika di guyur hujan.


(Tampin Sitohang, SH)

No comments